Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label article. Show all posts
Showing posts with label article. Show all posts

Tuesday, September 23, 2008

Career as Sonographer


Currently work in sonography medical becoming good-looking as patients look for safer treatment options. Sonography is the use sound waves to make a picture for diagnosis and assessment of medical conditions. Sonography is available to use as an alternative to radiologic procedure. The salary for sonography will vary, average between $41,420 and $56,020 per annum.

If you want becoming a sonography technician, you should to observe sonography medical information website. The contents of this website are list of sonography schools, online schools, a lot of article and many more. Find out complete information for sonography tech today!


Wednesday, March 19, 2008

USA hottest salaries


USA hottest salaries

ACCOUNTING
1. Financial controller ($79,900)
2. Financial analyst ($70,500)


ADMINISTRATIVE SUPPORT
1. HR coordinator ($40,200)
2. Paralegal ($39,500)

BANKING
1. Personal banker ($37,700)
2. Commercial loan officer ($75,700)

CUSTOMER SERVICE
1. Technical support specialist ($49,100)
2. Call center manager ($53,800)

ENGINEERING
1. Civil engineer ($57,200)
2. Project engineer (65,200)

HEALTHCARE
1. Clinical research associate ($61,300)
2. Anesthesiologist ($225,000)

HOSPITALITY
1. Restaurant general manager ($49,800)
2. Hotel general manager ($56,600)

IT
1. Webmaster ($49,200)
2. Senior database administrator ($93,300)


RETAIL
1. Assistant store manager ($39,100)
2. Buyer ($47,900)

SALES
1. Sales assistant ($35,800)
2. Sales engineer ($79,900)

Source: CNNMoney

Wednesday, March 5, 2008

Enterobacter Sakazakii vs Menkes


Temuan peneliti dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 2006 dan dirilis disitus IPB pada tahun 2008, yang menyatakan ditemukannya sejumlah susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii membuat muka Menkes merah padam dan berkomentar sekenanya. Antara lain, bahwa percobaan itu dilakukan ke Mencit (Tikus) dan penelitian yang dilakukan oleh Dokter Hewan itu tidak tepat.
Menkes telah melakukan pelecehan terhadap profesi Dokter Hewan. Memang sudah kewajiban peneliti untuk melakukan penelitian dan mempublikasikannya. Seharusnya Menkes tidak perlu panik, memang tidak 100% susu formula steril. Karena akan menjadi sangat mahal dan merusak kandungan vitamin yang dicampur ke susu formula.

Komentar Menkes mengingatkan kembali ketika terjadi wabah flu burung dan formalin ramai dibicarakan. Bagaimana kabarnya bu kedua kasus sebelumnya ? Apa perlu diadakan penelitian ?

Pengurus Besar Dokter Hewan Indonesia (PDHI) menyatakan, bahwa pernyataan Dokter Hewan tak tepat dalam meneliti cemaran mikroba terhadap susu formula dan makanan bayi adalah salah.
Kedokteran Hewan adalah ilmu yang mendalami penyakit pada hewan hidup dan produk hewan (daging, susu, telur, dan kulit) yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia. Penelitian ini dilakukan individu berprofesi Kedokteran Hewan yang disumpah dan berkode etik




Ini hasil kutipan dari situs IPB :

Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Dr. Sri Estuningsih, mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. " Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal," kata Estu. Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain: Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.

Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi E.sakazakii dalam 22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 isolat E.sakazakii dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel). Dari 12 isolat yang diujikan terdapat 6 isolat yang menghasilkan enteroksin. Uji selanjutnya adalah menguji isolat tersebut pada kemampuan toksinnya setelah dipanaskan. Terdapat 5 dari 6 isolat tersebut yang masih memiliki kemampuan sitolisis setelah dipanaskan.

Selanjutnya Estu menentukan satu kandidat dari isolat tersebut dan menguji enterotoksin serta bakteri vegetatifnya pada bayi mencit berusia enam hari. Bayi mencit diinfeksi melalui rute oral (cekok mulut) menggunakan sonde lambung khusus dan steril. Setelah 3 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel organ mencit tersebut. "Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin.

Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. Dari hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian tersebut. Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk tersebut.

Estu secara pribadi telah menlihat langsung fasilitas salah satu perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar di Indonesia. "Sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasional prosedure perusahaan susu formula bayi, dan saat ini masih terus dilakukan upaya untuk mencegah kontaminasi tersebut," ujar Estu.


Monday, October 29, 2007

Top Queries


job part time 112 11.740%
job telemarketing 27 2.830%
job full time 14 1.468%
pemberi lowongan 13 1.363%
accounting 10 1.048%
secretary 9 0.943%
"management consultant" research 9 0.943%
cilegon 8 0.839%
job agrobiz 8 0.839%
FULL TIME 7 0.734%
peluang kerja driver di negara arab 7 0.734%
job permanent 7 0.734%
it manager 6 0.629%
management trainee 6 0.629%
job fulltime 6 0.629%
job law 6 0.629%
toyota kijang 6 0.629%
toyota kijang diesel 6 0.629%
job hotel 6 0.629%
bandung 5 0.524%
perusahaan butuh designer graphic inhouse di jakarta 5 0.524%
jobs in bali 5 0.524%
perusahaan butuh designer graphic inhouse 5 0.524%
WAREHOUSE 5 0.524%
job accounting

Friday, October 5, 2007

Email System
























Gambar Email System


Untuk membuat email system diperlukan sebagai berikut :

1. Router
2. Server untuk DNS (Active Directory)
3. Server untuk Exchange Server
4. Server untuk SMTP Server
5. Server/PC untuk Firewall
6. Server untuk Antivirus
7. Domain
8. Jaringan Internet (Leased Line/Wireless)

Keterangan dari daftar di atas:

1. Router

Untuk menghubungkan Jaringan Internal dan Jaringan Internet diperlukan suatu alat yang bernama Router. Merk Router yang sudah terkenal antara lain adalah CISCO.

2. Server untuk DNS

Server ini mempunyai fungsi untuk menyimpan Active Directory dan User.

3. Exchange Server

Server ini digunakan sebagai mesin penyimpan mailbox user.

4. SMTP Server

Server ini berfungsi sebagai pengirim dan penerima email kemudian diteruskan ke Exchange Server. SMTP Server ini dikonfigurasi sebagai DMZ (Demilitary Zone) alias diisolasikan dari Jaringan Internet dan Lokal. Sebagai alat bantu untuk berhubungan dengan Internet dan Jaringan Lokal digunakan Server/PC yang sudah dikonfigurasikan sebagai Firewall. Merk yang sudah terkenal dari software Firewall antara lain adalah Checkpoint. Selain mudah dikonfigurasikan, untuk mengatur setting Check Point bisa ditampilkan di PC Client.

5. Server/PC untuk Firewall

Firewall dapat berupa Software dan Hardware. Di sini contoh yang digunakan adalah software dari Check Point.
Contoh tampilan untuk mengatur akses masing-masing PC/User :






















6. Server Antivirus

Server antivirus berguna untuk mencegah serangan virus ke jaringan, PC dan Server. Contoh merk Antivirus yang terkenal adalah Trendmicro. Trendmicro bisa dipasang di Server Windows 2003, Exchange Server dan PC. Ketika server Antivirus ini mengupdate patter virusnya, secara otomatis PC Client akan terupdate.

7. Domain

Sewaktu berlangganan Jaringan Internet ke ISP, ISP akan memberi IP address. IP address itulah yang akan digunakan untuk Router, Server dan Switching. Untuk memudahkan menulis alamat diperlukan suatu Domain. Domain inilah yang akan merubah nama menuju IP address yang dimaksud. Untuk mendaftarkan Domain, bisa meminta bantuan ISP atau mendaftarkan langsung ke penyedia Domain.

8. Jaringan Internet

Untuk Exchange Server diperlukan Jaringan Internet Leased-Line atau Wireless. Jaringan ADSL untuk Download dan Upload tidak sama (Download = 386 Kbps, Upload hanya 64 Kbps).

Monday, October 1, 2007

Jobs in the medical field?


Are there any high paying medical jobs that are not as demanding as an Anesthesiologist career? I heard that they work over 60 hours a week, I just wanted to know if that was accurate or not and if so, what medical jobs are less demanding?

Best Answer - Chosen by Asker


You can make a lot of $$ as an RN if you're willing to work in an ICU, ER, or OR in a major metropolitan city and do overtime. I work with quite a few nurses who make over $100,000/year with doing one extra 12/hr shift per week for 48 hours total. They are critical care nurses who work night shift and some weekends. All medical jobs are demanding but all Dr.'s and NP's take their work home with them and are on call all the time. RN's, rad tech's, respiratory etc can get the over time if they want it but make less then dr's but don't take their work home with them.


Friday, August 31, 2007

Preparing for Your Job Search


Technorati Profile
Preparing Your Resume or Curriculum Vitae

The foundation of your job search should be a good, solid resume (which may also be called a curriculum vitae or vita). The curriculum vitae describes in detail one’s professional career over the course of one’s life, including both work experiences and qualifications. It is primarily used when pursuing opportunities in an academic setting. Although the curriculum vitae and resume have the same function, the differences between the two are length and format. In the business world, the standard resume is usually no more than two pages in length. An effective resume gets your foot in the door and it may lead to personal interviews.

Your resume should be detailed enough to give employers the information necessary to assess your qualifications for the job opening. At the same time, it should be concise. It’s essential that your resume be word processed; if you can’t word process it yourself, hire a word processor. The few dollars you pay to have it word processed will prove to be one of the best investments you will make. You may use your resume for several different purposes:

(a) include one with a “blind”’ letter of inquiry about a job opening;
(b) send one with a cover letter in response to an advertised position;
(c) attach one to a standard job application; or
(d) take it with you on a job interview.

With the recent advances in technology, a very efficient and fast way to respond to a position is to send your resume electronically. Robbie Miller Kaplan, in her book, Resume Shortcuts: How to Quickly Communicate Your Qualifications With Powerful Words and Phrases (1997), defines an electronic resume as an unformatted resume prepared with American Standard Code for Information Interchange (ASCII) text and sent via email. She cautions when using this technology to closely follow the employer’s formatting instructions to avoid technical appearance problems. She further provides tips on how to create an ASCII resume.

Handling a Job Interview

A job interview can be less nerve-wracking if you prepare yourself for it. You should start by learning something about the organization for which you wish to work. It goes without saying that being on time for your job interview is essential. Dress carefully and conservatively. To help you rehearse for your interview go over the following questions asked of new graduates by employers in our field. You may not be asked these exact questions, but they will help put you in the right frame of mind to handle an interview.


Getting What You're Worth

In this era of funding and reimbursement cutbacks, effectively negotiating a reasonable and desirable level of compensation is more challenging—and more important—than ever before.

Compensation packages not only affect personal take-home pay, but have a very real impact on one’s profession as well. Salary data become part of the larger economic picture that is used to determine "what the market will bear" in setting target salaries for a given discipline or profession.

For speech-language pathology, this was taken a step further when salary data from a variety of sources were used by the Health Care Finance Administration (HCFA) to establish interim salary equivalency rates under the Balanced Budget Act of 1997. Although speech-language pathologists are understandably frustrated by the inequity of salary equivalency rates that are lower than those of occupational therapists or physical therapists, the rates established by HCFA are based on salary "data" that were in turn derived from actual salaries that speechlanguage pathologists have accepted as a condition of employment.

How then, do we maximize our earning potential? There are a number of factors that determine compensation levels on an individual and profession-wide basis. A key variable is our individual ability to understand those factors and make them work to our advantage every time an employment agreement is entered into. In considering an employment offer, it is important to remember that there is always room for negotiation. This is one venue in which the old adage "nothing ventured, nothing gained" is absolutely true.

To effectively negotiate, you must have a realistic understanding of what your services are worth in the marketplace. Although in any field there are many factors that determine compensation, the critical reasons underlying differences in pay and compensation packages relate to a number of identifiable determinants. Following is an overview of those factors, information about various components of the total compensation package, and resources and tips for successfully negotiating an optimal total compensation package.


Wednesday, July 4, 2007

Network untuk kesuksesan anda


Apa sih sebenarnya yang perlu dilakukan untuk menjalin network yang kuat?

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan dan perhatikan saat Anda membuat network yang kuat. Yang pasti, keterbukaan dan sifat penerimaan diri menjadi salah satu modal yang diperlukan saat Anda membuat jalinan network. Yah, jamak saja kan kalau Anda baru akan mau menjalin suatu kerjasama jika sudah mempercayai ataupun Anda sudah cukup mengenal perusahaan ataupun personal yang mengenalkan Anda pada suatu jasa tasa suatu perusahaan tertentu. Anda pun pasti harus yakin terlebih dulu bagaimana cara kerja dan prestasi yang telah dibuat oleh suatu jasa. Nah, sebenarnya Anda hanya perlu melakukan hal yang sama untuk menjalin network yang baik.

KONTAK

Mencari kontak, kenalan menjadi salah satu hal yang terpenting dalam menjalin dan membuat network yang besar dan kuat nantinya. Ini bisa Anda lakukan saat Anda melakukan meeting dengan calon klien ataupun calon partner Anda. Jangan pernah menghilangkan kartu nama yang diberikan pada Anda. Simpan hati-hati, siapa tahu suatu saat Anda akan memerlukannya. Untuk hal ini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat Anda baru mengenalkan diri Anda atau baru diperkenalkan. Bersikap jujur. Dengan kejujuran sikap, akan memudahkan Anda untuk menjalin kerjasama. Tak perlu memaksakan apa yang Anda inginkan. Lebih baik Anda utarakan maksud Anda dan keuntungan dari suatu kerjasama atau produk yang Anda tawarkan, Setelah itu, biarkan dia berpikir. Untuk hal ini, Anda perlu pintar-pintar dalam hal menganalisa apa yang dipikirkan oleh lawan bicara Anda. Kepercayaan diri. Ini tentunya penting. Kenapa? Yah, sekarang, mana mau Anda mendengarkan seseorang yang dia sendiri tidak yakin pada kemampuannya sendiri. Karena itu yakin diri Anda dan pada kemampuan diri. Kuasai bahan yang akan Anda bicarakan nantinya. Untuk berbicara tidak bisa asal bunyi saja. Apa yang dikatakan orang Anda benarkan dan pendapat orang lain yang berbeda Anda juga benarkan. Anda perlu punya opini sendiri dan yakin akan opini Anda tersebut. Ini akan membuat orang lain tertarik pada pendapat Anda, apalagi jika pendapat Anda berbeda dengan pemdapat orang lain. Tetapi bukan berarti Anda memaksakan pendapat Anda sendiri terhadap orang lain. Berbaur dengan yang lain. Ini berlaku saat Anda sedang diundang suatu pertemuan sosial ataupun pesta dengan para kolega dan partner Anda. Jangan menyendiri di sudut dan diam saja. Cobalah untuk berbaur dan membuat pembicaraan yang menyenangkan. Dalam hal ini diperlukan wawasan yang luas untuk bisa membuat pembicaraan lebih lancar. Jangan membuat suatu kalimat yang bisa 'mematikan' pembicaraan yang sedang berlangsung. Usahakan untuk selalu tetap netral dan jangan berpihak dengan siapapun pada orang yang sedang berargumentasi.

Meminta bantuan.

Untuk yang satu ini tanpa kita sadari sering kita lakukan. Misalnya kita bertemu dengan seseorang yang mempunyai network yang cukup luas, tanpa kita sadari kita meminta bantuan untuk 'didekatkan' dengan salah satu network-nya. Ini bisa menjatuhkan pandangan orang terhadap Anda. Yang diharapkan orang terhadap Anda adalah seseorang yang mempunyai kepercayaan diri. Jika Anda merasa membutuhkan bantuan tersebut, lebih baik Anda meminta informasi dan katakan kalau Anda akan mencoba untuk menghubungi orang yang dimaksud sendiri tanpa pertolongan dia. Di satu pihak meminta bantuan sperti nasihat pada orang yang Anda pikir cukup kompeten di bidangnya bisa Anda lakukan. Anda bisa mengatakan kalau Anda tertarik dengan bidang yang dia tekuni dan tertarik lebih jauh untuk mengetahui lebih lanjut. Dijamin, orang tersebut akan dengan senang hati memberikan tips-tips pada Anda. Selalu menghubungi kembali setiap telepon atau pesan yang masuk. Untuk yang satu ini jangan pernah meremehkan setiap pesan yang masuk untuk Anda. Usahakanlah untuk menelepon kembali atau membalas pesan yang masuk. Buat yang malas untuk membalas, pikirkan begini, jika Anda malas, ada kemungkinan dia pun akan malas juga untuk membalas atau memberikan respon positif atas ajakan kerjasama yang Anda tawarkan padanya. Karena itu, telitilah siapa saja yang telah memberikan pesan ataupun menghubungi Anda, dan hubungilah kembali.


Tuesday, July 3, 2007

Looking jobs ? Mulailah Dari Campus!


Langsung dapet kerja setelah lulus kuliah memang dambaan semua mahasiswa. Bagi mahasiswa, setelah melahap teori ini itu, memasuki dunia kerja bagaikan melangkah ke dunia baru yang penuh dinamika dan tantangan. Namun, untuk mendapatkan kerja usai kuliah bukan hal mudah. Anda harus bersaing secara ketat dengan para fresh graduate lainnya.

Tapi jangan terlalu khawatir, setidaknya ada cara untuk mengantisipasi kesulitan mendapat kerja usai kuliah. Bagaimana caranya? Mulaihlah dari kampus! Maksudnya saat Anda masih duduk di bangku kuliah, Anda harus mulai 'bergerilya' mengumpulkan informasi dunia kerja. Nah tips berikut ini dapat membantu Anda agar cepat mendapatkan pekerjaan, simak deh: - Carilah pekerjaan part time/paruh waktu. Kalau bisa, carilah pekerjaan yang sesuai dengan bidang kuliah yang Anda ambil. Misalnya jika Anda kuliah di bidang public relation, cobalah kerja paruh waktu di bidang itu. Saat itu seraplah ilmu praktis sebanyak-banyaknya. Dan jangan lupa minta referensinya jika Anda sudah menyelesaikan kerja part time ini. - Rajin-rajinlah melihat papan papan pengumuman di fakultas maupun rektorat. Biasanya di kampus-kampus suka memasang pengumuman informasi kerja dari perusahaan tertentu. Jika sesuai, buatlah surat lamarannya dan kirimkan ke perusahaan tersebut. - Kirimlah surat lamaran sedini dan sebanyak mungkin. Selain rajin membaca papan pengumuman di kampus, nggak ada salahnya Anda rajin hunting lowongan pekerjaan lewat koran, internet, dll. Jika ada yang cocok dengan Anda, kirimkan lamaran secepat mungkin. Besar kemungkinan file Anda tidak datang terlambat, dan akan diperlakukan dengan layak. - Gali informasi dari para senior mengenai prospek mendapatkan pekerjaan. Terutama dengan para senior yang cukup pengalaman kerja paruh waktu. Ingat, jangan anggap enteng pertemanan dengan senior dari jurusan, fakultas atau kampus yang sama. Hubungan ini bisa juga membantu Anda mendapatkan pekerjaan. - Saat mengirim surat lamaran, bila perlu mintalah surat pengantar dari kampus. Terutama, jika prestasi akademik Anda cukup memuaskan. Karena ini akan menambah point tersendiri. - Jangan remehkan kesempatan praktek kuliah kerja lapangan. Manfaatkan moment ini sebaik-baiknya. Serap dengan baik pengalaman kerja secara langsung. Saat itu jalinlah hubungan baik dengan media atau perusahaan tempat Anda praktek. Siapa tau aja, kelak usai Anda kuliah, Anda bisa menembus kerja di perusahaan itu. - Seperti halnya dengan praktek kerja lapangan, manfaatkan juga saat skripsi. Penelitian di perusahaan tertentu saat skripsi bisa membuka peluang kerja Anda kelak. Selain menggali bahan-bahan skripsi dari orang-orang yang kompeten di perusahaan tsb, jangan lupa jalinlah hubungan baik dengan mereka. Selain bisa menambah 'point' skripsi Anda, hal ini juga membuka kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan saat lulus kuliah. Selebihnya, tentu saja Anda harus mengembangkan minat, bakat, dan ketrampilan Anda plus menjalin hubungan pertemanan seluas-luasnya. Baik dengan sesama rekan mahasiswa maupun dengan kalangan pekerja. Niscaya semua ini akan mempermudah Anda melangkah ke dunia kerja saat meninggalkan bangku kuliah. Anda setuju...?


Monday, July 2, 2007

Menerobos Dunia Kerja


Masih kuliah atau hampir lulus kuliah, dan anda sudah tertarik untuk mencari pekerjaan atau peluang yang ada ? Untuk mendapat peluang ini, anda perlu persiapan yang tidak dibilang sedikit. Dari cara menulis surat lamaran, CV, berpakaian dan bernegoisasi anda perlu teliti.
Masih banyak yang percaya iklan lowongan kerja di koran-koran adalah cara satu-satunya untuk mendapatkan pekerjaan
Tetapi bisa saja, anda tidak dapat kebagian peluang itu. Cari cara lain untuk mendapatkan informasi itu.

Beberapa cara yaitu:

Buka telinga, Jika anda mendengar informasi ada yang membutuhkan sesuai dengan keahlian anda, segera tangkap informasi itu
Banyak perusahaan yang enggan memasang iklan di koran atau internet, mereka mengandalkan informasi dari relasi dan karyawan mereka sendiri

Kirim ke berbagai arah, Kirimkan surat lamaran anda ke perusahaan yang kira-kira sesuai dengan bidang anda
Lebih baik selektif, karena bila salah kirim bisa menyusahkan anda sendiri

Browsing Internet, Cari di situs lowongan pekerjaan lokal
Sekarang banyak perusahaan yang memasang iklan di internet. Siapkan CV anda di disket atau posting di Internet. Anda dengan bisa dengan cepat mengirimkan jika siap dengan disket CV anda.

Ikut Mailing List, Dengan mengikuti mailing list anda akan cepat mendapat informasi lowongan pekerjaan. Biasanya perusahaan memasang di mailing list sebelum memasang di koran atau internet. Cari mailing list yang benar-benar selektif memasang lowongan pekerjaan, karena jika tidak selektif email anda akan dipenuhi iklan dan menjengkelkan.

Manfaatkan jasa headhunter, Anda bisa memanfaatkan keberadaan jasa headhunter ini. Kirimkan surat lamaran anda ke headhunter, dan jangan lupa bertanya sistem yang mereka gunakan bila anda wawancara nanti.

Nah tunggu apa lagi ? Selamat mencari kerja….