Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Saturday, August 10, 2013

STIFORP membayar duit ke ATM BRI



Friday, August 2, 2013

Komisi STIFORP masuk di kartu Payoneer



Setelah kurang lebih sebulan ikut STIFORP, saya dikejutkan dengan email dari STIFORP! Email ini memberitahukan bahwa saya menerima komisi dari STIFORP untuk dimasukkan ke kartu Payoneer.

Ini isi emailnya:
Dear Octavian Hermawan,
Good News!

Stiforp.com has sent $100.25 to your account.

To receive the funds, you must choose a loading option and verify your details by clicking Continue.
If the link does not work, please copy and paste the entire link below into your browser
Wah lumayan, STIFORP ini belum diapa-apain sudah masuk 100.25 dollar. Minggu depan saya akan terima duit lagi dari STIFORP karena ternyata sudah antri downline direct dan Spillover dari up-line!
Komisi dari STIFORP dibayar mingguan dan bulanan ke kartu Payoneer kita, bro and sista! Asyik lho bro dan sista.
O iya bagi yang ingin dapat kartu Payoneer, cukup ikutan STIFORP saja, nanti anda tinggal apply kartu Payoneer

Kartu Payoneer adalah kartu debit, yang mirip dengan kartu kredit, dikarenakan ada tanggal expire dan 3 security number dibelakang kartu ini. Silahkan bagi yang berminat, membuat kartu dan sekaligus mesin penghasil uang untuk mengisi kartu Payoneer ini. 



Invitation and Postdoctoral Fellowships_ JSPS 2014-2015


The Australian Academy of Science, in association with the Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), invites applications from Australian researchers to undertake Invitational and Postdoctoral Fellowships in Japan during 2014-2015. Postdoctoral Fellowships are for a period of twelve to twenty-four months; Invitational Fellowships are either short term, for fourteen to sixty days, or long term, for two to ten months.

Researchers in any field of natural sciences, including mathematics, technology, engineering and medicine may apply. Researchers who are Australian citizens or Australian permanent residents are eligible to apply.

Applications in the humanities and social sciences are also accepted but ONLY for the Postdoctoral Fellowships. Medical doctors without a doctorate are not eligible to apply for the Postdoctoral Fellowship.

Applications close on Friday 27 September 2013. Further information and the application form is available on the Academy’s website - http://www.science.org.au/internat/asia/index.html

This project is supported by the Department of Industry, Innovation, Climate Change, Science, Research and Tertiary Education (DIICCSRTE).

Thursday, August 1, 2013

Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan Proaktif




Perbedaan mendasar antara orang yang reaktif dengan proaktif, terletak pada respon mereka terhadap setiap stimulus yang mereka terima. Respon dari orang yang reaktif terhadap setiap stimulus merupakan fungsi dari pengkondisian dan kondisi mereka, berdasarkan perasaan. Sedangkan, respon dari orang yang proaktif merupakan produk atau hasil dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai.

Untuk lebih jelas mengenai Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan Proaktif, berikut ini saya berikan, sebut saja Ciri-Ciri Dari Orang Yang Reaktif Dan Orang Yang Proaktif.

Ciri-Ciri Orang Yang Reaktif:
Respon dari orang yang reaktif terhadap stimulus merupakan fungsi dari pengkondisian dan kondisi mereka. Dengan kata lain respon dari orang yang reaktif ini merupakan produk dari kondisi mereka, berdasarkan perasaan.
Seringkali menyalahkan keadaan, kondisi dan pengkondisian untuk perilaku mereka.
Dipengaruhi oleh lingkungan sosial mereka. Jika lingkungan sosial menurut mereka menyenangkan, merekapun akan senang, begitupun sebaliknya.
Digerakan oleh perasaan, keadaan, kondisi dan lingkungan.
Bahasa-bahasa reaktif: “Tidak ada yang dapat saya lakukan”, “Memang sudah begitulah saya”, “Saya terpaksa melakukan itu”, “Seandainya saja”


Ciri-Ciri Orang Yang Proaktif:
Respon dari orang yang proaktif terhadap stimulus merupakan produk atau hasil dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai.
Tidak menyalahkan keadaan, kondisi dan pengkondisian untuk perilaku mereka
Tetap dipengaruhi oleh stimulus luar, namun respon mereka terhadap stimulus tersebut, sadar atau tidak sadar, didasarkan pada pilihan atau respon yang berdasarkan nilai tertentu.
Digerakan oleh nilai-nilai yang sudah dipikirkan secara cermat, diseleksi dan dihayati
Bahasa-bahasa proaktif: “Mari kita lihat alternatif yang kita miliki”, “Saya dapat memilih pendekatan yang berbeda”, “Saya akan memilih respons yang sesuai”, “Saya akan”


Supaya lebih mudah memahami Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan Proaktif, berikut ini saya berikan sebuah contoh yang sangat sederhana, yang mungkin sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
 

Misalnya kita adalah seorang karyawan, mahasiswa, pelajar.
Ketika pimpinan, dosen, guru, rekan kerja atau teman-teman kita, melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan, dimana hal ini tentu saja akan menciptakan suasana (kondisi) yang tidak nyaman bagi kita.


Jika kita tergolong orang yang reaktif, suasana (kondisi) yang tidak nyaman ini akan sangat mempengaruhi kualitas kita dalam beraktivitas, entah itu belajar, ataupun bekerja. Dalam hal ini kita telah merespon stimulus berdasarkan kondisi yang kita rasakan, berdasarkan perasaan.