Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Saturday, January 5, 2013

Pendawa putra petir bubar sebelum perang?

Lazada Indonesia


Pendawa putra petir bubar sebelum perang?

Sebelumnya saya sempat bingung dengan Pak Dahlan Iskan dengan membeli beberapa mobil listrik. Saya berfikir mau diapakan mobil ini? Apakah ini prototipe yang akan diproduksi massal? Atau ada strategy lainnya?

  • Pertama kali Pak Dahlan memesan mobil listrik kepada Dasep Ahmadi dan mobil ini langsung diuji coba. Mobil ini dinamai Ahmadi. Aneh memang uji cobanya langsung dijalan raya, tidak di laboratorium ataupun di sirkuit. Ketika di coba di jalan raya mobil listrik ini sempat mogok namun dapat berjalan kembali. Sayang mobil Ahmadi ini tidak ada kabar kelanjutannya.
  • Yang kedua Pak Dahlan Iskan memesan mobil listrik kepada Danet Suryatama. Mobil listrik Danet Suryatama ini dinamai TUXUCI, mempunyai motor yang berdaya besar, sehingga bisa disamakan dengan mobil sport. Namun sayang, terjadi kesalah pahaman antara Dahlan Iskan dan Danet Suryatama. Danet Suryatama merasa dicurangi, karena merasa pihak Dahlan Iskan akan mencontek tehnologi mobil TUXUCI.
Melihat dua hal di atas, terlihat bahwa belum ada “deal” antara Pendawa putra petir dengan Dahlan Iskan. Marilah menengok ke belakang beberapa bulan. Saat itu ramai diberitakan bahwa Dahlan Iskan merekut 5 orang ahli yang akan dilibatkan dalam membuat mobil listrik. Ke 5 orang itu adalah:
-    Dasep Ahmadi
-    Danet Suryatama
-    Ravi Desai
-    Mario Rivaldi
-    Ricky Nelson

Konsep untuk memproduksi mobil listrik ini terlihat janggal. Karena biasanya untuk memproduksi suatu mobil adalah dengan menyiapkan SDM, kemudian membuat perencanaan produksi, uji coba dan memproduksi massal. 

Proyek mobil listrik Pak Dahlan Iskan ini kelihatan jalan sendiri-sendiri saja. Jika memang jalan-jalan sendiri apa gunanya memanggil 5 Pendawa Putra Petir. Danet Suryatama, salah satu Pendawa Putra Petir merasa kecewa. Danet Suryatama akan melaporkan ke HAKI di Amerika Serikat karena Dahlan Iskan mencuri teknologi mobil TUXUCI ini. 

Seperti diketahui bahwa pada tanggal 26 Desember 2012 tim Dahlan Iskan membongkar jeroan mobil TUXUCI dan mengganti electric vacuum pump. Hal yang tidak etis menurut Dr. Danet, karena tim yang terdiri dari 2 dosen UGM dan Ricky Nelson ini membongkar untuk mencontek tehnologinya.

Akibat dari penggantian komponen ini menurut Danet, menyebabkan rem mobil TUXUCI blong dan membuat hancur berantakan mobil TUXUCI ini. Padahal mobil TUXUCI ini baru saja diruwat bala oleh Ki Mantep Sudarsono dengan air dari 4 penjuru mata angin.
Sebagai catatan Danet Suryatama adalah pemegang patent di bidang rem di Amerika Serikat. http://www.patentgenius.com/patent/7849979.html

Kesal dengan Dahlan Iskan, Dr. Danet Suryatama berencana akan membuat tandingan dari mobil TUXUCI ini.

Berikut kutipan dari situs detik tanggapan dari Dr. Danet Suryatama mengenai sengketa dengan Dahlan Iskan:

Kami dari Tim ElektrikCar turut prihatin atas terjadinya kecelakaan Tucuxi yang dialami oleh Pak Dahlan Iskan dan Ricki Elson. Pada saat yang sama, kami juga menyampaikan rasa bersyukur terhadap Allah SWT atas keselamatan dari luka parah akibat dari kecelakaan ini.

Seperti yang telah kami sampaikan pada berbagai rekan media selama ini, kami sudah tidak diperbolehkan akses terhadap kendaraan tersebut sejak Jumat malam tanggal 21 Desember 2012, dimana serah terima kami lakukan pada tanggal 20 Desember 2012. Sejak itu, akses kami untuk melakukan pemeliharaan kendaraan dan servis dilarang dan sudah ditiadakan oleh pihak Pak Dahlan (c.q. Pak Amik). Padahal, kami selalu siap untuk melakukan servis dan pemeliharaan kendaraan tersebut sesuai dengan perjanjian yang kami tanda-tangani untuk Pak Dahlan dan atas permintaan dari pihak pak Dahlan.

Kami baru menyadari bahwa pada hari Rabu 26 Desember 2012 mobil sudah diboyong kembali ke Yogyakarta dalam hal ini ke bengkel Kupu-Kupu Malam dengan supervisi dari Rudi Purnomo dan Kunto Wibisono serta Ricki Elson dari pihak pak Dahlan untuk dibongkar dengan segala alasan yang salah satunya adalah untuk penyempurnaan kendaraan.

Kami tidak bermasalah apabila pembongkaran dilakukan bukan untuk dicontek atau direka-reka teknologi elektroniknya. Akan tetapi, kami sangat berkeberatan apabila mobil tersebut dibongkar tanpa seijin kami untuk dipelajari dan ditiru teknologinya dalam hal ini oleh Kupu2 Malam dan Pihak Pak Dahlan, apalagi dengan mengundang pihak lain, dua dosen dari UGM (Jayan Sentanuhady dan Eka Firmansyah).

Kami telah mempunyai perjanjian dengan Kupu-Kupu Malam untuk tidak saling membuka rahasia dan juga dengan pihak Pak Dahlan mengenai penjagaan terhadap hak cipta desain dan engineering desain kami . Kami mempunyai bukti surat2 perjanjian tersebut termasuk dengan komunikasi email serta BBM yang menyertai permintaan penandatanganan perjanjian tersebut. Teknologi tersebutpun adalah hak cipta kami dan telah kami patenkan. Penelitian tentang mobil listrik inipun kami mulai sejak tahun 2004, jauh sebelum bertemu dengan Pak Dahlan.

Selain itu kami juga mempunyai foto-foto bukti pembongkaran yang dilakukan oleh pihak Pak Dahlan dan Kupu2 Malam seperti tertera dihalaman berikut (beserta tanggal dari harian Kompas untuk membuktikan tanggal pembongkaran). Foto-foto tersebut kami ambil pada waktu pengambilan peralatan kami di lokasi Kupu-Kupu Malam pada tanggal 29 Desember 2012. Karena kami tidak mempunyai akses ke kendaraan tersebut dan karena telah terjadinya pembongkaran serta penggantian peralatan dari mobil tersebut, kami dari Tim ElektrikCar menyatakan tidak bertanggung-jawab atas apa yang terjadi saat ini.

Kami mendengar dan membaca bahwa penyebab kecelakaan adalah karena adanya rem yang blong. Kami tidak berada di tempat kejadian akan tetapi dari observasi foto-foto sebelum dan setelah pembongkaran ternyata ada penggantian electric vacuum pump (untuk memperoleh tenaga penghisap bagi rem booster) dengan peralatan yang kami tak ketahui performanya.

Foto-foto penggantian ada di halaman setelah ini. Electric vacuum pump ini sangat penting bagi mobil elektrik untuk menghasilkan daya rem bagi kendaraan secara handal. Alat ini apabila diganti dengan produk lain yang tidak reliable akan
mengakibatkan kehilangan daya rem. Dari semua pembongkaran yang dilakukan tanpa seijin dan sepengetahuan kami selama ini, inilah yang paling kami khawatirkan, kehilangan performa kendaraan serta feature safety yang telah dipasang pada kendaraan listrik Tucuxi. Apalagi, pembongkaran ini dilakukan oleh orang2 yang tidak qualified untuk melakukannya.

Kami saat ini juga berharap pada masyarakat dan tim evakuasi mobil dimana Tucuxi berada untuk berhati-hati melakukan evakuasi kendaraan. Ada arus listrik bertegangan tinggi pada mobil tersebut yang penanganannya harus dilakukan oleh orang/tim yang berpengalaman.

Hal inilah yang perlu diperhatikan saat ini.

Hormat kami,
a/n Tim ElektrikCar
Dr. Danet Suryatama dan Ninien Wahyu Lestari

Post a Comment